Pengertian Surety Bond dan Jenis-Jenisnya - PT Mitra Penjaminan Nasional

Pengertian Surety Bond dan Jenis-Jenisnya

Pengertian Surety Bond dan Jenis-Jenisnya

Surety Bond adalah suatu perjanjian yang melibatkan 3 (tiga) pihak yaitu : (1) penerima jaminan (obligee), (2) pihak terjamin (principal), dan (3) pihak penjamin (surety company) dimana surety bond sendiri menjadi alternatif dari garansi bank yang memberikan solusi atas risiko kerugian yang mungkin diderita oleh obligee apabila terjadi wanprestasi yang dilakukan oleh principal.


Apabila principal, oleh suatu sebab, gagal melaksanakan kewajibannya sesuai dengan yang apa yang diperjanjikan dalam dokumen kontrak dengan obligee, maka surety company akan bertanggung jawab terhadap obligee untuk menyelesaikan kewajiban-kewajiban principal tersebut


Sebagai contoh, sebuah pemilik proyek (obligee) memberikan pekerjaan kepada sebuah kontraktor guna melaksanakan pekerjaan pembuatan proyek pembangunan gedung milik obligee. Keduanya telah mengikatkan diri pada suatu perjanjian kontrak konstruksi yang mengatur hak dan kewajiban masing-masing. Perjanjian yang mereka buat ini masuk sebagai kategori perjanjian pokok atau perjanjian utama (main contract). Agar pemilik proyek terlindungi atas risiko kerugian yang dialami akibat tindakan wanprestasi kontraktror maka obligee memerlukan security berupa surat jaminan terhadap kesungguhan principal dalam melaksanakan pekerjaan proyek tersebut sampai selesai. Untuk memenuhi persyaratan itu, principal dapat meminta dibuatkan surat jaminan kepada surety company. Dengan demikian, surety bond dalam hal ini menjadi perjanjian tambahan setelah dibuatnya perjanjian pokok yang sudah ditandatangani pihak obligee dan principal. Sedangkan perjanjian tambahan yang dituangkan dalam bentuk sertifikat penjaminan ditandatangani oleh surety company.


Jenis-Jenis Surety Bond

Jenis jaminan yang digolongkan dalam surety bond dapat digolongkan sebagai berikut :


1. Jaminan Penawaran (Bid Bond)

Merupakan  jaminan yang diterbitkan guna menjamin obligee bahwa principal (pemegang sertifikat bid bond) telah memenuhi persyaratan lelang yang telah ditentukan dan apabila principal memenangkan pelelangan maka ia menyatakan sanggup untuk menandatangani kontrak dan bersedia menyerahkan jaminan pelaksanaan. Apabila tidak, obligee akan mendapatkan ganti rugi sebesar selisih antara penawaran terendah dengan penawaran berikutnya, maksimum sebesar nilai jaminan.


2. Jaminan Pelaksanaan (Performance Bond)

Jaminan ini akan menjamin obligee bahwa principal akan dapat menyelesaikan pekerjaan yang diberikan oleh obligee sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang diperjanjikan dalam kontrak pekerjaan. Apabila principal tidak mampu melaksanakan kewajibannya sesuai dengan isi kontrak maka surety company akan memberikan ganti rugi kepada obligee, maksimum sebesar nilai jaminan.


3. Jaminan Pembayaran Uang Muka (Advance Payment Bond)

Jaminan yang diterbitkan oleh surety company ini berguna untuk menjamin obligee bahwa principal akan sanggup mengembalikan uang muka yang telah diterimanya dari obligee sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang diperjanjikan dalam kontrak.


Apabila principal gagal mengembalikan uang muka maka surety company akan mengembalikan uang muka tersebut kepada obligee sebesar sisa uang muka yang belum dikembalikan (biasanya diperhitungkan dengan jumlah uang muka yang diterima principal dikurangi dengan cicilan atau tahapan pembayaran prestasi pekerjaan) maksimum sebesar nilai jaminan. 


4. Jaminan Pemeliharaan (Maintenance Bond)

Jenis jaminan ini memberikan jaminan kepada obligee bahwa principal akan sanggup untuk memperbaiki kekurangan atau kerusakan pekerjaan setelah pelaksanaan pekerjaan selesai sesuai dengan yang diperjanjikan dalam kontrak. Apabila principal gagal memperbaiki kekurangan atau kerusakan-kerusakan dimaksud maka surety company akan mengganti biaya yang dikeluarkan untuk memperbaiki kerusakan, maksimum sebesar nilai jaminan.











Please write your comments

Lokasi Kami